Bisnis di bidang kesehatan sangat menjanjikan karena jenis ini beragam. Mulai dari yang super canggih hingga yang tradisional. Cakupan pasarnya juga luas, dari bayi hingga usia lanjut. Keunggulan lain bisnis kesehatan, yaitu selama orang sakit ingin sehat dan orang sehat ingin tetap bugar, prospek bisnis kesehatan ini tak akan pernah mati. Setiap saat, pasti ada yang membutuhkan kesehatan dan tidak mengenal musim dan aman dari inflasi
Jenis bisnis kesehatan apa sajakah yang potensial mendulang rupiah? yaitu :
1. Kursi Pijat
Jika kita jalan-jalan di pusat perbelanjaan, kita akan temukan kursi-kursi khusus pijat. Bisnis ini sangat sederhana, dan tak membutuhkan modal terlalu besar. Anda bisa saja bermodal satu kursi pijat untuk memulai bisnis ini. Harganya sekitar Rp 5 juta. Modal lainnya, menyewa tempat dan membayar listrik.
Bisnis ini pasarannya mulai dari anak-anak hingga usia lanjut. Targetnya, mereka yang kecapaian setelah jalan-jalan di pusat perbelanjaan. Tarif yang Anda patok, cukup Rp 5 ribu selama 15 menit. Untuk tambahan, Anda bisa tambahkan alat cek darah dan alat cek kadar gula darah, juga alat timbangan berat badan.
2. Fitnes
Fitnes adalah salah satu olahraga yang efektif untuk membentuk tubuh ideal. Saat ini, terutama di kota besar, orang ingin membentuk tubuhnya agar proporsional dan bisa menarik lawan jenis. Banyak sekali fitness center berdiri.
Untuk membangun bisnis fitnes, tentu saja Anda memerlukan tempat usaha yang strategis dan mendukung perkembangan bisnis Anda. Anda bisa memilih tempat di pusat kota, pusat perbelanjaan, atau di tengah perkampungan.
Bisnis ini membutuhkan peralatan utama, salah satunya barbel. Anda bisa bekerjasama dengan produsen alat fitnes yang sudah terpercaya. Kelengkapan alat menjadi salah satu syarat mutlak bisnis fitnes. Jika Anda punya cukup modal, membayar seorang trainer fitnes bisa mendukung keberhasilan bisnis Anda. Keuntungan didapat dari member bulanan ataupun tahunan yang mengikuti fitnes tersebut juga Anda bisa mengenakan tarif khusus untuk konseling diet dan program training pembentukan tubuh ideal baik individu maupun perusahaan.
3. Apotek
Apotek adalah tempat resmi menjual obat-obatan. Bisnis ini cocok untuk Anda yang memiliki keahlian dan latar belakang pendidikan apoteker atau farmasi. Anda bisa bekerjasama dengan apotek yang sudah lama berdiri dan terkenal dengan sistem waralaba. Atau, membuka apotek sendiri dengan nama baru. Namun, masalahnya, masyarakat lebih percaya pada apotek yang sudah terkenal dibandingkan nama baru, karena berkaitan dengan kepercayaan individu akan kualitas barang yang dijual.
Obat-obatan yang lengkap menjadi salah satu syarat mutlak kesuksesan bisnis apotek. Selain obat yang sudah biasa masyarakat konsumsi, Anda dapat meningkatkan penjualan dengan menjual produk penunjang, seperti kosmetik, obat herbal, dan peralatan kesehatan.
Selain itu, Anda perlu perhatikan suplai obat-obatan. Masalah izin juga diperlukan untuk membangun bisnis apotek, seperti izin usaha dan izin apoteker.
4. Klinik
Klinik kesehatan sudah ramai dimana-mana, bisnis ini dibuka dari usaha patungan beberapa orang dokter, atau pribadi. Klinik kesehatan bisa didirikan dengan menyewa rumah toko atau memanfaatkan sebagian ruangan di rumah pribadi.
Keahlian dan pendidikan sebagai seorang dokter merupakan salah satu syarat sukses mendirikan klinik. Sebab, jika tampa pengetahuan tentang dunia kesehatan, maka akan sangat beresiko membuka bisnis ini, kesalahan diagnosa penyakit pasien dan kurang pemahaman penggunaan alat-alat kedokteran dengan penerapannya hingga korban pasien melayang. Akibatnya ijin usaha ini ditutup dan jeruji penjara siap menanti. Jika Anda bukan seorang dokter, berarti Anda harus membayar beberapa orang tenaga dokter untuk bekerja di klinik.
Jenis klinik juga harus Anda tentukan. Anda bisa memilih bidang kesehatan yang Anda kuasai. Misalnya, klinik kesehatan gigi, klinik umum, klinik kesehatan anak, atau klinik kesehatan tradisional. Mengurus izin usaha klinik kesehatan juga Anda perlu perhatikan. Sebab, jika tidak ada izin dari pemerintah, maka usaha Anda dianggap ilegal.
5. Layanan Analisa Laboratorium
Bisnis ini cocok untuk Anda yang memiliki keahlian dan latar belakang pendidikan analis kesehatan atau pranata laboratorium yang merupakan bagian dari profesi di bidang kesehatan. Seorang analis harus memiliki keterampilan dan tanggung jawab yang tinggi dalam pemeriksaan sampel. Hal ini berhubungan dengan adanya risiko yang fatal jika terjadi kesalahan.
Anda bisa bekerjasama dengan Lab laboratorium yang sudah lama berdiri dan terkenal dengan sistem waralaba. Salah satunya adalah Pusat Diagnostik Budi Sehat. Laboratorium ini didirikan oleh Boedijanto dan Hilda Widhyani yang berlokasi diJl. S Parman No. 131 Surakarta, Jawa Tengah Telp. (0271) 3029199, di Surakarta sejak 1982.
Kedua pendiri sekaligus pemilik Budi Sehat ini juga berprofesi sebagai dokter. Tak heran, karena sudah berdiri puluhan tahun, Caroline, Franchise Manager Budi Sehat, mengklaim bekal pengalaman yang sudah diperoleh merupakan keunggulan mereka. Bisnis yang mereka tawarkan ada tiga paket waralaba yaitu:
Pertama, Paket Pratama dengan nilai investasi Rp 50 juta. Paket ini hanya melayani lima jasa kesehatan, seperti jasa laboratorium klinik, rontgen, rekam kesehatan jantung, pap smear, dan home care. Kedua, Paket Madya dengan nilai investasi Rp 100 juta. Jenis layanan kesehatan yang diberikan antara lain laboratorium klinik, rontgen, panoramic, USG, rekam jantung, pap smear, dan home care.Ketiga, Paket Utama senilai Rp 150 juta yang mencakup layanan semua Paket Madya dengan tambahan beberapa layanan lainnya, seperti, audiometri dan spirometri.
Manajemen Budi Sehat mengutip biaya royalti 5% dari omzet per bulan. Kerja sama waralaba ini berlangsung selama tujuh tahun dan bisa diperpanjang sesuai dengan perjanjian kedua pihak setelah masa kerja sama usai. Mitra harus membeli bahan baku dari pusat untuk memenuhi standar kualitas dan mutu.
Keahlian dan pendidikan kesehatan merupakan salah satu syarat sukses mendirikan layanan laboratorium ini, seperti tenaga profesional :
Staf medisDokter Spesialis Patologi Klinik,Dokter Spesialis Patologi Anatomik,
Dokter Spesialis Forensik,
Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik,
Dokter umum yang telah memiliki pengalaman teknis laboratorium
Tenaga teknis laboratoriumTenaga administrasiAnalis Kesehatan atau Analis Medis,Perawat Kesehatan,
Dokter umum,
Sarjana kedokteran,
Sarjana farmasi,
Sarjana biologi,
Sarjana teknik elektromedik,Sarjana teknik kesehatan lingkungan
6. Rumah Sakit
Bagi investor besar menggarap bisnis rumah sakit adalah hal yang tepat, karena semua pelayanan kesehatan mencakup disini dari analisa laboratorium kesehatan, jasa pelayanan dari berbagai penyakit dengan tenaga medis profesional dari segala bidang profesi kesehatan, didukung oleh peralatan kedokteran berteknologi modern serta perlengkapannya sudah terpaket dan tersistem. Secara manajemen rumah sakit dan aturannya pun jelas, termasuk keuntungannya pun juga lebih besar apalagi terbantu dengan adanya Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang sudah berlaku akan mendorong industri kesehatan. Dan dukungan dana dari lembaga keuangan maupun pemerintah juga akan dipermudah karena prospek keuntungan tidak diragukan lagi.
Tantangan Bisnis Kesehatan
Prospek kesehatan sejatinya memiliki prospek cerah. Pasalnya, setiap orang pasti menginginkan selalu sehat. Namun, bisnis ini menjadi padat modal karena peralatan di bidang kesehatan ini relatif mahal, dan kompetisi pun kiat ketat. Lihat saja, bisnis pijat refleksi, klinik kesehatan, hingga fitness center kini mudah ditemukan hingga ke sudut-sudut daerah.
Tantangan lain bisnis klinik kesehatan adalah tren teknologi yang semakin canggih. Dahulu kala pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan sebagainya harus dilakukan di laboratorium. Kini, layanan kesehatan semacam itu tersedia di banyak pusat perbelanjaan.
Diferensiasi produk atau layanan menjadi kunci untuk memenangkan persaingan yang ketat. Ambil contoh layanan Nano Healthy Family. Pijat refleksi di Pluit, Jakarta Barat, ini memberikan minuman jahe gratis bagi pelanggan pijat.
Semoga bermanfaat,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar